Next Post

LESTARIKAN BUDAYA DAN ADAT ISTIADAT KABUPATEN BUNGO

index

Judul : Lestarikan Budaya dan Adat Istiadat Kabupaten Bungo
Penulis : Dr. Hamirul, S.T.,M.Pd (Akademisi dan Pakar Bidang Ilmu Sosial)

Setiap daerah di Indonesia pasti mempunyai adat dan kebiasaan yang dijadikan pedoman dalam menjunjung tinggi nilai dan moral umat manusia dalam bersosialisasi antar sesama dan sifatnya mengikat satu dengan yang lainnya, dalam bentuk konsensus yang dijewantahkan dalam bentuk peraturan adat.

Peraturan adat dapat berjalan dengan baik apabila semua komponen yang ada di dalamnya konsisten menjalankannya, mulai dari kepala adat, pemangku adat sampai warga masyarakat sebagai anggota adat yang terikat dalam aturan-aturan yang di dalamnya berisi nila-nilai yang masih relevan dan berguna sampai saat ini.

Berbagai permasalahan akan timbul bila adat yang sudah disepakati oleh semua komponen itu di langgar, maka adanya sanksi dan konsekuensi yang akan diterima. Sebagai contoh dari pelanggaran adat yakni terjadinya perselingkuhan antar seseorang yang bukan pasangan suami istri yang sah, kejadian ini terjadi di lingkungan adat dan peristiwa ini diketahui oleh masyarakat setempat, maka sanksi yang diberikan kepada anggota masyarakat yang melanggar tersebut adalah dengan dicopotnya sebagai anggota adat masyarakat tersebut dan diberikan sanksi untuk membersihkan nama baik daerah atau tempat masyarakat tersebut dengan istilahnya cuci kampung, dengan mengganti satu ekor sapi sebagai sanksi terhadap pelanggaran adat yang sudah terjadi.

Idealnya aturan dalam pelanggaran tersebut dijalankan dengan semestinya oleh pemangku adat dan ketua lembaga adat, serta anggota adat yang ikut berpartisipasi dalam mengawasi hasil keputusan yang sudah diambil, dan harus dipatuhi oleh warga masyarakat yang sudah melanggar adat, agar adat istiadat di suatu daerah dapat berjalan dengan baik. Namun pada kenyataannya, di beberapa daerah ataupun dusun (desa) di kabupaten Bungo keputusan yang sudah diambil mengenai pelanggaran adat tersebut dirasakan peran lembaga adat seperti tidak berfungsi, hal ini di akibatkan minimnya peran serta anggota adat dalam memantau atas sanksi yang sudah diberikan sudah berjalan atau tidak.

Budaya atau adat suatu daerah akan berjalan dengan baik apabila anggota didalamnya bersifat homogenitas, dalam artian satu keturunan atau silsilah yang sama atau berasal dari daerah yang sama, namun akan sulit adat istiadat atau budaya yang di dalamnya terdapat penduduknya bersifat heterogenitas, dalam artian berasal dari banyak daerah dari seluruh Indonesia.

Di era saat ini, terutama dengan berkembangnya dunia digital serta peran media sosial menambah lagi beban bagi masyarakat lokal, dimana budaya barat datang dan terkadang dijadikan sebagai tuntunan bagi generasi muda, sehingga budaya lokal yang ada semakin tersingkirkan dan ditambah lagi generasi tua tidak mengajarkan kepada generasi muda tentang petata petitih adat istiadat yang diwariskan oleh nenek moyang yang core value dari adat tersebut adalah untuk kebaikan, seharusnyalah adat istiadat atau petata petitih dipelajari oleh generasi muda agar dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan mereka dalam upaya menjaga kearifan lokal dari adat istiadat itu sendiri.

Proses pewarisan budaya adat serta istiadat yang ada terutama di kabupaten Bungo, dengan 17 kecamatan dan 114 dusun serta desa yang ada, dimana masing-masing daerah atau dusun mempunyai adat istiadat sendiri-sendiri yang menjadi ciri khas, dan hal tersebut seharusnyalah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk melestarikannya serta dibantu semua lapisan masyarakat agar dapat diwariskan kepada anak muda, terutama generasi penerus untuk menjalankan adat istiadat yang sudah ada dengan cara memberikan pelatihan untuk anak-anak muda agar dapat meneruskan tongkat estapet menjalankan adat istiadat yang ada agar tidak hilang ditelan zaman yang serba digital saat ini.

Menurut Sendjaja (1994) ada dua cara yang dapat dillakukan masyarakat khususnya sebagai geerasi muda dalam mendukung kelestarian budaya dan ikut menjaga budaya lokal, yaitu:Culture Experience merupakan pelestarian budaya yang dilakukan dengan cara terjun langsung ke dalam sebuah pengalaman kultural. Contohnya, jika kebudayaan tersebut berbentuk tarian, maka generasi muda dianjurkan untuk belajar dan berlatih dalam menguasai tarian tersebut, dan dapat dipentaskan setiap tahun dalam acara-acara tertentu atau diadakannya festival-festival. Dengan demikian kebudayaan lokal selalu dapat dijaga kelestariannya. Culture knowledge merupakan pelestraian budaya yang dilakukan dengan cara membuat suatu pusat informasi mengenai kebudayaan yang dapat di fungsionalisasi kedalam banyak bentuk. Tujuannya adalah untuk edukasi ataupun untuk pengembangan kebudayaan itu sendiri dan potensi kepariwisataan yang ada. Dengan demikian para generasi muda dapat memperkaya pengetahuannya tentang kebudayaannya sendiri.

Apabila semua komponen yang terlibat dalam proses pelestarian budaya tersebut berjalan, maka budaya tersebut akan dapat lestari, hal ini dikarenakan besar sekali manfaatnya untuk generasi muda ditengah gempuran era digital saat ini.

Penulis : Dr. Hamirul, S.T.,M.Pd
Akademisi dan Pakar Bidang Ilmu Sosial

InCollage_20220420_171055509

dinamisb

Related posts

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

IMG_20220501_142636
InCollage_20220421_065243324
IMG-20220419-WA0002
InCollage_20220421_105659757
InCollage_20220418_211141798
InCollage_20220421_105541969
InCollage_20220418_153216221
InCollage_20220418_153400678
InCollage_20220418_152810704
InCollage_20220418_153029885
InCollage_20220418_162902227
InCollage_20220419_134241496
InCollage_20220418_161729738
InCollage_20220419_133756591
InCollage_20220419_134101226
InCollage_20220428_161130867
InCollage_20220428_233717611
InCollage_20220426_142307945
InCollage_20220418_093941361
InCollage_20220418_092840120
InCollage_20220418_104345811
InCollage_20220412_140630926
InCollage_20220420_115631440
InCollage_20220419_163411068
InCollage_20220423_194357917
InCollage_20220423_194812673
InCollage_20220423_194907289
InCollage_20220418_125646098
InCollage_20220418_105506404
InCollage_20220424_213037373
InCollage_20220424_212528307
InCollage_20220425_034453222
InCollage_20220424_213308896
InCollage_20220411_231559869
InCollage_20220411_232244652
InCollage_20220411_232653383
InCollage_20220413_044146278
InCollage_20220411_233051761
InCollage_20220420_064157252
InCollage_20220420_065022069
InCollage_20220420_120841409
InCollage_20220420_121857902
InCollage_20220420_121609847
InCollage_20220413_043702981

Recent News