Next Post

Dewan Kolonel Atau Dewan Kopral, Apakah Perlu?

Capture

Penulis : Dr. Hamirul, S.T.,M.Pd.,COBP.,C.AB.,C.HTc.,CQMS.,C.RM.C.RMP.,BNSP.,C.NPSP (Dosen Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio Muara Bungo)

Judul : Dewan Kolonel Atau Dewan Kopral, Apakah Perlu?

Bungo – Berdasarkan hasil survei tentang elektabilitas calon presdiden (capres) 2024 yang dilakukan oleh berbagai lembaga survei menghasilkan tiga posisi capres tertinggi antara lain: Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, sumber :https://nasional.tempo.co/read/1635350/survei-capres-2024-polstat-prabowo-raih-elektabilitas-tertinggi.

Dari data yang disampaikan melalui survei tersebut diatas ada tiga kandidat yang mempunyai elektabilitas yang tinggi, sedangkan nama bakal calon yang akan diusung oleh partai PDI perjuangan Puan Maharani masih jauh tertinggal dari ketiga nama kandidat tersebut. Secara kepopuleran nama Puan Maharani mengalami peningkatan, namun tidak pada elektabilitasnya, sehingga untuk meningkatkan elektabilitas Puan Maharani dibentuklah dewan kolonel yang di inisiasi oleh mantan petinggi KPK yakni Johan Budi.

Dewan Kolonel ini dibentuk dengan harapan dapat menaikkan elektabilitas Puan Maharani yang akan diusung menjadi Bakal Calon Presiden di 2024 dan Pembentukan Dewan kolonel ini didukung oleh beberapa petinggi walaupun keberadaannya tidak mendapat persetujuan dari berbagai pihak, hal ini menjadikan partai PDI-Perjuangan tidak terlihat kompak dalam mengusung Puan Maharani menjadi bakal calon presiden di 2024 dan keberadaan dewan kolonel yang dibentuk tidak masuk dalam struktur kepartaian yang ada.

Keberadaan Puan Maharani yang di gadang-gadangkan untuk maju sebagai bakal calon presiden di 2024 keberadaannya masih belum bisa mengalahkan elektabilitas seperti GanjarPranowo, Prabowo Subianto serta Anies Baswedan. Keberadaan Ganjar Pranowo yang diharapkan menjadi calon presiden di tahun 2024 oleh Presiden Jokowi sebagai pewaris tidak sepenuhnya disetujui oleh Ketua Umum Partai PDI-P Bu Megawati Soekarno Putri dan hal  ini tidak berimbas pada elektabilitas Ganjar Pranowo untuk maju sebagai Bakal Calon Presiden di 2024 dan malahan semakin meningkat dan hal ini terbukti semakin banyaknya  dukungan terhadap beliau untuk maju sebagai Bakal Calon Presiden di 2024 di berbagai daerah di Indonesia.

Kalau Puan Maharani didukung oleh Dewan Kolonel untuk dapat meningkatkan elektabiltasnya, hal ini justru ditentang oleh beberapa pihak dan ini berbanding terbalik dengan Pendukung Ganjar Pranowo dengan membentuk juga Dewan Kopral sebagai barisan pendudukung Ganjar Pranowo sebagai kelompok tandingan dari dewan kolonel.

Dari hasil berbagai survei memang elektabilitas Ganjar Pranowo masih diatas semua kandidat bakal calon presiden di 2024, namun ajang ini masih ada waktu kurang lebih 2 tahun lagi dan memang saat ini Ganjar Pranowo unggul untuk elektabilitas calon presiden di 2024 kita tidak tahu apa yang terjadi dalam waktu dekat yang mungkin akan menurunkan elektabilitas Ganjar Pranowo atau pun dapat meningkatkan elektabilitas Puan Maharani atau pun sebaliknya, karena dalam politik tidak ada teman abadi dan tidak ada musuh abadi yang ada hanyalah kepentingan.

Selanjutnya harapan kita semua siapapun yang menjadi calon presiden di 2024 nanti dapat mewujudkan negara kita menjadi lebih baik lagi dari segala bidang dan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa memilih calon presiden maupun kepala daerah serta wakil rakyat yang dapat memegang amanah yang ada didalam UUD 1945 serta mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

dinamisb

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

indexzz
index
index4
index3
indexvv
index1
index2
indexbb
indexuu
indexgg
indexhgh
indexnnnnn

Recent News